Guru atau ustadz dikenal sebagai sosok yang memiliki pengetahuan yang lebih. Sehingga membuat mereka dibebani sebuah tugas yang begitu mulia, yaitu mentransfer pengetahuan kepada orang banyak. Banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk mentransfer ilmu pengetahuan.

Salah satu cara mentransfer ilmu pengetahuan kepada orang banyak yaitu dengan menulis. Menulis mampu membuat ilmu pengetahuan yang didapat menjadi hidup lebih lama. Mampu menyampaikan pesan meskipun sang penulis telah tiada. Sebuah tulisan mampu berbagi ilmu pengetahuan kepada banyak generasi.

Para ulama terdahulu menjadi sebuah bukti nyata. Mereka sudah berada di alam yang berbeda. namun, tulisan-tulisan mereka masih mampu memberikan banyak ilmu pengetahuan sampai saat ini. Hal ini menjadi bukti yang kuat bahwa menulis mampu menjadi sebuah media untuk mentransfer ilmu.

Ilmu pengetahuan jika hanya disimpan di dalam hafalan, akan menghilang seiring dengan meninggalnya orang yang bersangkutan atau yang menghafalnya. Dan yang lebih ditakutkan lagi yaitu masuk ke dalam golongan orang-orang yang tidak menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada manusia lain.

Selain menjadi sebuah media dalam mentransfer ilmu pengetahuan, menulis juga dapat menjadi sebuah ladang amal jariyah bagi seseorang. Di mana nantinya, saat manusia telah meninggal semua pahala akan terputus. Tapi, sebuah tulisan yang berlandaskan niat yang tulus dan ikhlas, dengan izin Allah pahalanya akan terus mengalir dan menjadi penolong di alam sana.

Oleh karena itu sudah sepatutnya seorang guru atau ustadz menuliskan ilmu yang didapatkan dalam sebuah tulisan agar dapat dibaca oleh banyak orang. Sehingga membuat umur ilmu pengetahuan lebih panjang lagi.

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

0 Komentar